Liputan6.com, Samarinda: Setelah Jabotabek, Solo dan Pontianak, kelangkaan minyak juga mulai dirasakan warga Samarinda, Kalimantan Timur. Untuk mendapatkan minyak warga rela datang pagi-pagi dan mengantre lama di pangkalan minyak tanah. Demikian pantauan SCTV di Samarinda, Selasa (1/4).
Meski datang pagi-pagi tidak menjamin warga mendapat minyak tanah karena di sejumlah pangkalan persediaan minyak memang sudah habis. Pemilik pangkalan yang masih memiliki stok terpaksa membatasi pembelian agar lebih banyak pembeli yang kebagian. Meski terjadi kelangkaan harga minyak tanah tetap bertahan Rp 2.500 per liter.
Kelangkaan minyak tanah ini, menurut para pemilik, dikarenakan terlambatnya pasokan dari Pertamina. Mereka juga tidak mengetahui kapan pasokan akan kembali lancar.(IAN/Imron Rosyadi)