Magelang, CyberNews. Kemunculan film ”Fitna” karya Geert Wilders yang sudah ditayangkan di internet, antara lain melalui situs liveleak.com dan Youtube.com, mulai pekan lalu langsung mendapat tanggapan keras dari berbagai pihak. Film yang menghubungkan kitab suci al-Quran dengan teroisme itu juga menuai protes di kalangan pelajar Magelang, Selasa (1/4).
Ratusan siswa SMP Muhammadiyah Sawangan, Kabupaten Magelang atau di lereng Gunung Merapi membakar CD film hasil download dari internet. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk kecamaan atas pelecehan ajaran-ajaran Islam. Sebelum aksi pembakaran, terlebih dahulu ditonton ratusan pelajar. Kemudian dibuka dialog untuk mengkritisi tayangan film tersebut. Pada intinya mereka sepakat bahwa film tersebut secara senagaja melecehkan Nabi Muhammad, al-Quran dan ajaran Islam yang ada di dalamnya.
Uswatun (13), salah seoarang siswa mengaku isi dari film tersebut hanyalah propaganda untuk mengadu domba umat Islam. Dia yang sejak kecil mengenyam pendidikan agama, tak pernah menemukan ayat dalam al-Quran bahwa agamanya begitu kejam membunuh siapa saja. ”Islam rahmatan lil alamin, memberikan kedamaian bagi semua umat. Ajaran cinta kasih menyanyangi antar sesama adalah keunggulannya bukan penyebar peperangan seperti dalam film,” katanya.
Apa yang diungkapkan Uswatun itu cukup beralasan, meski masih belia dia menilai apa yang ditayangkan dalam film tak ubahnya penyebar peperangan dan menimbulkan kebencian antara Islam dan Barat. Sebagaimana dikutip dari AFP, Jumat (28/3) film yang dibuat anggota parlemen Belanda Geert Wilders telah ditonton ribuan orang yang mengakses situs youtube. Film yang berdurasi sekitar 10 menit itu secara umum menggambarkan penyerangan teroris yang terjadi di New York dan Madrid yang kemudian dihubungkan dengan ayat al-Quran.
Gambar pembukanya adalah sampul al-Quran dan judul filmnya ”Fitna”. Kemudian ditampilkannya gambar kartun Nabi Muhammad SAW dengan surban berbentuk bom di kepala, bersumber dari kartun Jyllands-Posten. Ujung sumbunya menyala dan berpacu dengan detikan jam seakan diimajinasikan akan meledak.
Kemudian rangkain adegan film dibuka dengan gambar pesawat yang menghantam menara kembar WTC pada 11 September 2001 silam dengan latar suara seseorang dari ujung telepon yang melaporkan keadaan bahaya. Adegan selanjutnya adalah cuplikan gambar korban tewas dalam peristiwa pemboman kereta bawah tanah di Madrid pada tahun 2004.
Wilders menampilkan potongan ayat-ayat dalam al-Quran, antara lain surat al-Anfaal ayat 60, an Nisaa’ 56 dan 89 dan surat Muhammad ayat 4. Terlalu dangkal dan arogan ketika potongan itu tiba-tiba muncul sebelum gambar rangkaian tragedi teroris. Tanpa harus mengupas terlebih dahulu mengapa ayat itu diturunkan oleh Allah, seperti dalam pakem kajian tafsir. Belum lagi apakah ayat tersebut sesuai dengan konteks untuk menjelaskan permasalahan dalam film tersebut.