Liputan.com, Jakarta: Mimpi anak-anak Pantai Marunda, Jakarta Utara, untuk mengenyam pendidikan layak pupus sudah karena sulitnya kondisi ekonomi. Anita, misalnya. Bocah berusia 14 tahun warga RT 03/RW 07, Marunda Pulo ini hanya sempat mengenyam bangku sekolah hingga kelas satu sekolah menengah pertama. Anita tidak bisa melanjutkan pendidikan karena tidak punya biaya.
Untuk membantu kehidupan keluarga, Ania terpaksa setiap hari membantu ibunya menjemur ikan asin. Hasilnya memang tak seberapa hanya cukup buat makan sehari-hari bersama ibu dan adiknya.
Hal yang sama juga dialami Irfan yang putus sekolah saat duduk di kelas dua sekolah menengah kejuruan. Ayahnya yang berprofesi sebagai nelayan kini sudah tidak melaut. Untuk menghidupi keluarganya Irfan membantu orangtuanya membuka warung di pinggiran pantai.
Anita dan Irfan hanyalah potret kecil dari jutaan anak-anak yang harus putus sekolah. Potret ini sekaligus pula menjadi bukti krisis ekonomi di negeri ini belum berlalu.(IAN/Teguh Dwi Hartono)